Friday, April 3, 2020

Sistem Among Pada Gerakan pramuka


Sistem Among Pada Gerakan Pramuka



Saat ini yang sedang ramai dibicarakan adalah mengenai kemerdekaan belajar. Merdeka belajar dalam sistem pendidikan di Indonesia bukan hal yang baru. Sistem ini sudah lama di gunakan, terlebih oleh sekolah taman Siswa. Sistem pendidikan ini adalah sistem among. Sistem Among adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan dengan cara memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa, dengan sejauh mungkin menghidari unsur-unsur perintah keharusan, paksaan, dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya diri, kreatvitas dan aktivitas sesuai dengan aspirasi peserta didik

Ki Hajar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara adalah salah satu tokoh ikonik di dunia pendidikan Indonesia. Semboyannya yang sampai sekarang dipakai juga sebagai semboyan Kementrian Pendidikan Nasional di Indonesia adalah tut wuri handayani yang artinya "di belakang memberi dorongan". Semboyan ini sebenarnya memiliki bentuk lengkap ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri Handayani.
Kita tau arti dari semboyan ini yaitu "di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan". Semboyan ini dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara bagi dunia pendidikan, tapi kita jarang paham kaitan semboyan ini untuk pendidikan.
Tiga bagian semboyan ini menunjukkan suatu garis. Peserta didik berada di tengah garis tersebut. Di depan artinya orang yang ia lihat sebagai panutan cita-citanya, di tengah artinya dia sendiri yang sedang mengenyam pendidikan, dan di belakang artinya orang yang berperan bagi pendidikan mereka


Dalam Gerakan Pramuka Prakteknya seorang peserta didik akan di tempatkan sesuai golongan peserta didik.
  1. Golongan Siaga :
Melihat tabel tersebut porsi Ing madyo Mangun Karso sangat besar. Seorang pembina akan sangat dominan dalam golongan ini, Segala sesuatu direncanakan dan dilaksanakan oleh pembina dan pembantu pembina, sedangkan peserta didik mengikuti segala sesuatu yang direncanakanoleh pembina. Hal ini dilakukan karena seorang berusia siaga belum mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan sesuatau.
  1. Golongan Penggalang
Peran pembina dalam golongan masih sangat besar, namun peserta didik mulai dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksaaan kegiatan. Walaupun segala sesuatu keputusan terakhir masih di tangan kakak pembina. Seorang penggalang sudah mulai dilibatkan dalam perencaan kegiatan memalui Dewan penggalang, dan mulai dilibatkan dalam keputusan dewan Kehormatan penggalang.
  1. Golongan Penegak
Peran pembina mulai kecil, sedangkan peran seorang penegak sangat besar. Dalam satuan terbesar penegak dibentuk dewan Penegak atau dewan Ambalan, Dewan ini bertugas untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang ada di ambalan dan selalu berkonsultasi dengan pembina. Prinsip kegiatannya Oleh, dari dan untuk penegak, namum pembina harus selalu mengawasi, karean seorang penegak kadang masih berbuat gegabah. Dalam Dewan kehormatan, pembina sebagai penasehat, sedangkan ketua nya diambil dari seorang anggota yang sudah dilantik dan disebut sebagai pemangku adat.
  1. Golongan Pandega
Dalam Golongan pandega, peran pembina sangat kecil, hampir segala sesuatu dilaksanakan oleh, untuk dan dari pandega. Pandega sudah sememikian rupa mandiri, karena dianggap sudah mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni.

Melihat tabel berikut, porsi pembina dalam Ing ngarso Sung Tuladha sama besarnya. Artinya dalam golongan apapun seorang pembina harus senantiasa memberikan contoh yang terbaik untuk peserta didiknya.
Bagaimana Membangkitkan Jiwa yang Mandiri seorang Pramuka ? tentunya itu adalah proses yang panjang dan berkelanjutan, seorang peserta didik diberikan tugas dan wewenangnya secara proporsional dan disesuaikan dengan perkembangan jiwa nya. Pembina harus dapat memahami tingkat golongan peserta didik sehingga tidak memberatkan dan tidak melukai jiwa seorang peserta didik.
Contoh
Berkemah merupakan kegiatan yang berkesan dalam gerakan pramuka. Karena seorang peserta didik akan tinggal di luar rumahnya dan dipaksa untuk dapat hidup mandiri tanpa bantuan dari orang tua. 
 Siaga
Siaga tidak mengenal kegiatan berkemah bermalam, kegiatan berkemah siaga dinamakan persari, Pekemahan Satu hari, dimana seorang siaga akan membangun tenda di pagi hari, berkegiatan gembira dan tenda akan di bongkar sore harinya. Yang merencanakan kegiatan dan sebagai pelaksana sepenuhnya oleh yanda, bunda, bu cik dan pak cik. Siaga mengikuti kegiatan yang telah direncanakan itu dengan baik. 
Penggalang
Penggalang berkemah satu hari satu malam, karena biasanya dilaksnaakan hari sabtu minggu maka disebut persami perkemahan sabtu minggu, padahal boleh boleh saja mengambil hari yang lain . Kegiatan malam nya bisasanya ada api unggun, setelah kegiatan api unggun peseta didik istirahat. Dalam perencanaan kegiatan peserta didik boleh memberikan usul mengenai tempat dan bentuk kegiatan, tetapi keputusan akhir tetap pada kakak pembina. Dalam kegiatan dewan galang diminta untuk membantu pelaksanaan, contoh sebagai petugas upacara, membantu dalam proses penjaagaa pos dan permainan, pembina mendelegasikkan tugas kepada dewan galang, namun pembina tetap yang memegang kontrol, mengawasi segala kegiatan dan memastikan untuk aman. 
Penegak dan Pandega
Perkemahan penegak pandega dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, atau bahkan lebih lama sampai beberapa hari. Penegak pandega dianggap sudah mandiri dan dapat berpisah jauh dengan kedua orang tuanya.
Dalam perencanaan dan pelaksanaannya semua kegiatan direncanakan dan dilaksanakan oleh dewan ambalan atau dewan rencana. Pembina sebagai konsultan dan motifator, namun bukan berarti pembina lepas tangan, pembina tetap mengawasi semua tahap dari perencanaan dan pelaksanaan di lapangan. Jika ada sesuatu perencaan dan pelaksanaan yang tidak sesuai prosedur, bertentangan dengan nilai trisatya dan dasa dharma, serta tidak berpedoman dengan PDK dan MK pembina berhak untuk meluruskannya. 


     Peserta didik untuk mengembangkan pribadinya, bakatnya, kemampuannya, cita-citanya
      Pembina Pramuka sebagai Pamong hanyalah menjaga, membenarkan, meluruskan, mendorong, memberi motivasi tempat berkonsultasi dan bertanya


 Berikut Link yang mungkin juga berguna untuk kakak Pembina Pasukan Penggalang : 

Klik Juga 





2 comments: