Tuesday, March 31, 2020

Membentuk Pramuka yang Mandiri


Membentuk Pramuka yang Mandiri 

Adk-Adik menyiapkan Perlengkapan Upacara

Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal sebagaimana UU RI Nomor 12 Tahun 2010 tetang Gerakan Pramuka dan berstatus badan hukum.
Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka:
  1. Memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani;
  2. Menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.
Salah satu tujuan Gerakan Pramuka adalah menjadikan seorang pramuka adalah orang yang madiri. Seorang yang mandiri artinya dapat mengurus dirinya sendiri dan tidak bergantung dirinya pada orang lain. Dalam Gerakan pramuka ada satu sistem yang membuat seorang peserta didik lebih mandiri, yaitu sistem among.
Sistem Among adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan dengan cara memberikan kebebasan
kepada peserta didik untuk dapat bergerak dan bertindak dengan leluasa, dengan sejauh mungkin menghidari unsur-unsur perintah keharusan,  paksaan , dengan maksud untuk menumbuhkan dan
mengembangkan rasa percaya diri, krea􀆟vitas dan aktivitas sesuai dengan aspirasi peserta didik
Ki Hajar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara adalah salah satu tokoh ikonik di dunia pendidikan Indonesia. Semboyannya yang sampai sekarang dipakai juga sebagai semboyan Kementrian Pendidikan Nasional di Indonesia adalah tut wuri handayani yang artinya "di belakang memberi dorongan". Semboyan ini sebenarnya memiliki bentuk lengkap ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri Handayani.
Kita tau arti dari semboyan ini yaitu "di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan". Semboyan ini dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara bagi dunia pendidikan, tapi kita jarang paham kaitan semboyan ini untuk pendidikan.
Tiga bagian semboyan ini menunjukkan suatu garis. Peserta didik berada di tengah garis tersebut. Di depan artinya orang yang ia lihat sebagai panutan cita-citanya, di tengah artinya dia sendiri yang sedang mengenyam pendidikan, dan di belakang artinya orang yang berperan bagi pendidikan mereka




Dalam Gerakan Pramuka Prakteknya seorang peserta didik akan di tempatkan sesuai golongan peserta didik.
  1. Golongan Siaga :
Melihat tabel tersebut porsi Ing madyo Mangun Karso sangat besar. Seorang pembina akan sangat dominan dalam golongan ini, Segala sesuatu direncanakan dan dilaksanakan oleh pembina dan pembantu pembina, sedangkan peserta didik mengikuti segala sesuatu yang direncanakanoleh pembina. Hal ini dilakukan karena seorang berusia siaga belum mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan sesuatau.
  1. Golongan Penggalang
Peran pembina dalam golongan masih sangat besar, namun peserta didik mulai dilibatkan dalam perencanaan dan pelaksaaan kegiatan. Walaupun segala sesuatu keputusan terakhir masih di tangan kakak pembina. Seorang penggalang sudah mulai dilibatkan dalam perencaan kegiatan memalui Dewan penggalang, dan mulai dilibatkan dalam keputusan dewan Kehormatan penggalang.
  1. Golongan Penegak
Peran pembina mulai kecil, sedangkan peran seorang penegak sangat besar. Dalam satuan terbesar penegak dibentuk dewan Penegak atau dewan Ambalan, Dewan ini bertugas untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang ada di ambalan dan selalu berkonsultasi dengan pembina. Prinsip kegiatannya Oleh, dari dan untuk penegak, namum pembina harus selalu mengawasi, karean seorang penegak kadang masih berbuat gegabah. Dalam Dewan kehormatan, pembina sebagai penasehat, sedangkan ketua nya diambil dari seorang anggota yang sudah dilantik dan disebut sebagai pemangku adat.
  1. Golongan Pandega
Dalam Golongan pandega, peran pembina sangat kecil, hampir segala sesuatu dilaksanakan oleh, untuk dan dari pandega. Pandega sudah sememikian rupa mandiri, karena dianggap sudah mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni.
Melihat tabel berikut, porsi pembina dalam Ing ngarso Sung Tuladha sama besarnya. Artinya dalam golongan apapun seorang pembina harus senantiasa memberikan contoh yang terbaik untuk peserta didiknya.
Bagaimana Membangkitkan Jiwa yang Mandiri seorang Pramuka ? tentunya itu adalah proses yang panjang dan berkelanjutan, seorang peserta didik diberikan tugas dan wewenangnya secara proporsional dan disesuaikan dengan perkembangan jiwa nya. Pembina harus dapat memahami tingkat golongan peserta didik sehingga tidak memberatkan dan tidak melukai jiwa seorang peserta didik.
Contoh
Berkemah merupakan kegiatan yang berkesan dalam gerakan pramuka. Karena seorang peserta didik akan tinggal di luar rumahnya dan dipaksana untuk dapat hidup mandiri tanpa bantuan dari Siaga:
Siaga tidak mengenal kegiatan berkemah bermalam, kegiatan berkemah siaga dinamakan persari, Pekemahan Satu hari, dimana seorang siaga akan membangun tenda di pagi hari, berkegiatan gembira dan tenda akan di bongkar sore harinya.
Penggalang
Penggalang berkemah satu hari satu malam, karena biasanya dilaksnaakan hari sabtu minggu maka disebut persami perkemahan sabtu minggu, padahal boleh boleh saja mengambil hari yang lain . Kegiatan malam nya bisasanya ada api unggun, setelah kegiatan api unggun peseta didik istirahat.
Penegak dan Pandega
Perkemahan penegak pandega dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, atau bahkan lebih lama sampai beberapa hari. Penegak pandega dianggap sudah mandiri dan dapat berpisah jauh dengan kedua orang tuanya.
Simpulan
Di lihat dari contoh tersebut saat ini kakak dan adik paham bagaimana proses pendidikan kepramukaan telah di buat sedemikan sehingga untuk mencapai tujuan kepramukaan salah satunya membentuk suatu pramuka yang mandiri. Untuk kakak pembina kenali peseta didiknya dan disesuikan dengan sistem amongnya.

Berikut Link yang mungkin juga berguna untuk kakak Pembina Pasukan Penggalang : 



  1. Pelantikan Penggalang Ramu
  2. Naskah Pelantikan Penggalang Ramu
  3. Surat Keterangan Pelantikan Penggalang Ramu
  4. Upacara Pembukan Latihan Pasukan Penggalang
  5. Upacara Pindah Golongan dari siaga ke penggalang

Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085743109113 ( hanya  SMS dan Wa, Tidak menerima telp. Mohon memperkenalkan diri terlebih dahulu)

Info Terbaru



No comments:

Post a Comment