Thursday, April 9, 2020

Pembina Penegak

Pembina Pramuka Penegak 

Seperti yang pernah di sampaikan Baden Powell bahwa kehadiran orang dewasa menjadi Salah satu syarat dalam kegiatan kepramukaan. Orang dewasa di sini bukan berarti setiap orang yang secara usia menjadi seorang yang dikatakan orang dewasa. Dalam Gerakan Pramuka setiap kegiatannya akan di dampingi oleh tenaga pendidik.
Tenaga pendidik dalam pendidikan kepramukaan terdiri dari: 
  • Pembina  pramuka  adalah  anggota  dewasa  Gerakan  Pramuka  yang  bertugas membina peserta didik di gugus depan; 
  • Pelatih  pembina  pramuka  adalah  anggota  dewasa  Gerakan  Pramuka  yang bertugas melatih pembina; 
  • Pamong satuan karya pramuka adalah anggota dewasa Gerakan Pramuka yang bertugas mendidik peserta didik pada satuan karya pramuka; dan 
  • Instruktur  adalah  anggota  dewasa  Gerakan  Pramuka  atau  orang  dewasa  yang memiliki  keahlian  dan  keterampilan  khusus kesakaan  yang  bertugas membantu pamong saka di satuan karya pramuka.

Pembina Penegak
Ambalan Penegak dipimpin oleh seorang Pembina Ambalan Penegak yang disingkat Pembina Penegak  berusia sekurang -kurangnya 25 tahun, dibantu  oleh  Pembantu pembina. Pembantu Pembina Penegak yang berusia sekurang-kurangnya 23 tahun.
Pembina dan pembantu pembina dalam Gerakan Pramuka adalah anggota dewasa. Anggota dewasa berusia lebih dari 25 tahun atau sudah menikah. Jika pembina berusia 25 tahun dan pembantu berusia 23 tahun syarat lainnya adalah sudah menikah. Jika pandega berumur 23 tahun dan belum menikah maka disebut dengan pembina muda.
Pramuka  penegak  dan  pandega  dapat  diangkat  sebagai  pembina  muda  dan instruktur  muda di gugus depannya, dengan ketentuan:
  • Pembina muda atau instruktur muda pramuka siaga sekurang-kurangnya berusia 17 tahun;
  • pembina muda  atau  instruktur muda  pramuka  penggalang  sekurang-kurangnya berusia 21 tahun; dan
  • pembina  muda  atau  instruktur  muda  pramuka  penegak  sekurang-kurangnya berusia 23 tahun.
Hal yang membedakan pembina dan pembina muda adalah dalam hal menguji SKU dan melantik peserta didik. Seorang pembina muda tidak diperkenankan menguji  tanpa seijin pembina dan tidak diperkenankan melantik peserta didik, karena yang bersangkutan masih disebut peserta didik. Prinsispnya seorang peserta didik dalam gerakan pramuka tidak boleh menguji kecakapan tanpa seijin pembina dan tidak boleh melantik sesama peserta didik.
Pembina Penegak dipilih oleh Dewan Penegak di antara para Pembina Penegak, dan Pembina Penegak lainnya  menjadi Pembantu Pembina Penegak. Pembina Penegak dan Pembantu Pembina Penegak putra harus dijabat oleh seorang  pria, sedangkan untuk putri dijabat oleh seorang wanita. 

Secara ideal satu ambalan (maksimal 32 orang)  terdiri dari  4 sangga, satu sangga berjumlah antara 4-8 orang penegak. Satu ambalan dibina oleh 1 orang pembina dan 1 orang pembantu pembina.  Sehingga rasio yang ideal adalah 1 orang pembina / pembantu pembina di pramuka tingkat penegak kurang lebih membina 16 orang penegak.

Hal yang perlu di perhatikan untuk menjadi pembina penegak : 
  1. Dalam semua golongan peserta didik Pembina Pramuka berperan sebagai pemberi teladan dan bersikap bijaksana.
  2. Peran Pembina Pramuka Penegak dalam upaya membantu menyelesaikan SKU Pramuka Penegak yaitu sebagai konsultan, motivator dan dinamisator.
  3. Peran Pembina sebagai konsultan menerapkan pendekatan kemitraan antara Pembina dengan Pramuka Penegak sebagai mitra bakti, untuk membangun masyarakatnya.
  4. Dalam proses melaksanakan peran sebagai konsultan, pembina menerapkan pendekatan Sistem Among, yang dititikberatkan pada praktik pendekatan “Tut Wuri Handayani”.
  5. Presentasi aplikasi penerapan Sistem Among dari Pembina kepada peserta didiknya yaitu . “Ing Ngarso Sung Tulodo” 30%, “Ing Madyo Mangun Karso” 30%, “Tut Wuri Handayani” 40%. Pembina wajib menjadi teladan bagi Penegak karena Sangga merupakan kelompok belajar interaktif. Dalam membina Penegak, Pembina memberi dorongan, motivasi dan arahan (Tut Wuri Handayani), menggerakkan (Ing Madya Mangun Karsa) dan memberi keteladanan (Ing Ngarsa Sung Tulada) dengan memperhatikan perkembangan minat, usulan dan permintaan Penegak. Kemandirian, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, bertanggungjawab dan komitmen merupakan komponen edukasi yang perlu dikembangkan dalam golongan Penegak.
  6. Pembina sebagai anggota Dewan Kehormatan Ambalan berfungsi sebagai penasehat yang objektif dan bijaksana, sehingga dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi peserta didik, dengan penuh rasa percaya diri.
  7. Dalam upaya membina dan mengembangkan bakat, minat dan keinginan peserta didik, perlu disusun program kegiatan yang didasarkan pada prinsip, dari untuk dan oleh Pramuka Penegak dengan tanggung jawab pembinanya.
  8. Untuk memotivasi Pramuka Penegak, Pembina wajib mengadakan pendekatan perorangan secara manusiawi dengan proses pendekatan silih asah, silih asih, silih asuh, sehingga peserta didik mampu memecahkan masalahnya sendiri.
  9. Pembina sebagai motivator, wajib menjadi contoh teladan dalam ucapan, sikap dan perilaku. Menunjukkan semangat berusaha yang optimal dan memberikan altenatif cara dan jalan keluar mengatasi masalah dengan suasana rukun, damai dan bersahabat. Mengembangkan rasa persatuan, kesatuan, kerjasama, saling menghormati dan menghargai antara Sangga dan Ambalan.
  10. Pembina sebagai dinamisator, wajib senantiasa menunjukkan perilaku tegar, optimisme dan percaya diri, sehingga kreatif dan inovatif dalam menghadapi hambatan dan kendala untuk menyelesaikan SKU sesuai jadwal yang ditentukan peserta didik.
  11. Pembina wajib menerapkan upaya yang sungguh-sungguh untuk mensukseskan program latihan Penegak dengan mengadakan studi kelayakan dan observasi yang cermat dalam menerapkan manajemen resiko. Pembina sebagai konsultan wajib memberikan kepercayaan secara penuh kepada Pemimpin Sangga dan Dewan Penegak untuk menyusun program, melaksanakan dan mengevaluasi, serta mau mendengar permasalahan peserta didik dan memberi alternatif dalam pemecahan masalah, sehingga peserta didik dapat mengambil keputusan.
  12. Kegiatan Penegak adalah kegiatan yang selalu berkarakter, dinamis, progresif, menantang, bermanfaat bagi diri dan masyarakat lingkungannya.
  13. Materi latihan pada hakekatnya meliputi semua aspek kehidupan yang berisi nilai-nilai dan keterampilan. Materi dikemas sehingga memenuhi 4 H sebagaimana yang dikemukakan oleh Baden Powell yakni: Health, Happiness, Helpfulness, Handicraft. Proses penyampaian materi bagi penegak adalah:
a.    learning by doing (meliputi: learning to know, learning to do dan learning to live together).
b.     learning to be (meliputi: learning by teaching; learning to serve; serving to earn, earning to live).
  1. Pembina memberikan evaluasi berupa saran dan kritik yang membangun serta standarisasi kompetensi dalam proses penyelesaian SKU Pramuka Penegak wajib dibuat secara transparan dan terukur.


Filosofi Penegak : 
Sebagai referensi kakak penegak dalam kegiatan Serah terima Jabatan Pengurus Dewan Ambalan : 

  1. Atur Acara Upacara Serah Terima Jabatan

Dunia Siaga Lebih Lanjut  Klik link berikut : 



 Berikut Link yang mungkin juga berguna untuk kakak Pembina Pasukan Penggalang : 
Klik Juga 

No comments:

Post a Comment