Monday, November 21, 2022

Menaksir Volume

 Menaksir Volume 

Ragam Ketrampilan Menaksir

Dalam suatu perjalanan, terkadang kita dihadapkan dengan suatu keadaan yang mengharuskan untuk menaksirkan dahulu kondisi medan yang akan dihadapi. Maksudnya agar saat kita melewati medan tersebut kita tidak terjebak dalam kesulitan atau bahaya. Misalnya sebelum kita menyeberangi sungai, kita harus menaksir lebar sungai, kedalaman serta kecepatan arusnya. Peramalan bentuk awan, suara debur pantai, bau-bauan yang berbahaya, dan lain sebaginya. Hasil penaksiran yang dapat tentu tidak selalu tepat 100 %, tetapi minimal mendekati. Ketelitian hasi penaksiran, akan tergantung dengan kecermatan dan pengalaman.

Aproksimasi atau menaksir adalah metode untuk mengira-ira, karena kita tidak menggunakan sebuah alat ukur untuk memastikan sebuah ukuran. Penaksiran adalah proses mengetahui sejumlah hal di alam melalui panca indra, anggota tubuh dan pengalaman, kadang dengan bantuan alat yang minimal. 

Salah satu nya adalah menaksir volume sebuah benda.

Volume adalah  kapasitas adalah penghitungan seberapa banyak ruang yang bisa ditempati dalam suatu objek. Benda di sekitar kita memunyai benduk yang bebeda beda. Ada yang teratur dan ada yang tidak teratur.

Jika benda tersebut mempunyai bentuk yang teratur dan dapat kita ukur, maka kita dapat mengukur dengan mudah menggunakan rumus matematika




a.    Bangun berbentuk Kubus        :   V  = s³ atau

V  = sisi x sisi x sisi

 

b.   Bangun berbentuk Balok         :   V  = plt

V  = panjamg x lebar x tinggi

 

c.    Bangun benbentuk tabung      :   V  = π × r × r × t

V = π × r² × t

V = πr²t

π = 3,14 atau 22/7


d.    Bangun berbentuk Kerucut     

 


 

 

 

                                                 π = 3,14 atau 22/7

 

e.    Bangun berbentuk Limas Segitiga

                                               :   V = ⅓ × La × t

                                                   La = ½ x as x ts


                                                   as = alas segitiga

                                                   ts = tinggi segitiga

f.     Bangun berbentuk Limas segi empat

V = ⅓ × La × t

La = p x l

 

g.    Bangun berbentuk bola          :   V = 4/3 × π × r³

h.    Bangun berbentuk Prisma       :   V = Luas alas × t

 Tentunya adik adik sudah sangat paham mengenai mengukur volume benda yang beraturan.

Namun bagaimana jika ternyata bentuknya tidak teratur ?

Volume Benda Tak Beraturan Sebagian besar dari kita pasti sudah mengetahui bagaimana menentukan volume botol minum yang berbentuk tabung. Selain itu kita juga bisa menentukan volume suatu benda asalkan berbentuk teratur seperti balok, kerucut, dan lain sebagainya dengan menggunakan rumus volume bangun ruang yang telah dipelajari pada materi sebelumnya. Lalu bagaimana cara kita mendapatkan volume benda yang tidak beraturan seperti batu, bongkahan kayu, hingga mobil mainan?

Untuk mendapatkan volume benda tak beraturan itu kita perlu memanfaatkan prinsip perpindahan air. Ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan gelas ukur atau menghitung air yang berpindah dari gelas ukur satu ke gelas ukur yang lain.

Menggunakan Gelas Ukur

1. Menyiapkan gelas ukur yang telah diisi air.

2. Catat volume air mula-mula.

3. Masukkan benda yang akan dicari volumenya.

4. Catat volume air setelah benda dicelupkan.

5. Hitung volume benda tercelup dengan menggunakan selisih volume air yang telah dicelupi benda dengan volume air mula-mula.

Untuk memudahkan pemahaman, dapat diperhatikan contoh soal berikut. 




Pada gambar awal, mula-mulai kita isi gelas ukur dengan air sebanyak 50ml. Setelah kita memasukkan benda ke dalam gelas ukur itu, volume di dalam gelas ukur bertambah menjadi 70ml. Maka untuk mendapatkan berapa volume benda itu dapat ditentukan dengan menghitung selisih antara volume air setelah benda tercelup dengan volume air mula-mula. Kita dapatkan volume benda tercelup sebesar 20ml, yaitu 70ml dikurangi 50ml.

(rumus volume benda tak beraturan)

Perpindahan Volume Air

1. Menyiapkan gelas ukur (berbentuk seperti teko) yang terisi penuh oleh air hingga permukaan air tepat pada ujung penuang dari gelas ukur.

2. Siapkan gelas ukur kosong (ukuran biasanya lebih kecil) di sisi yang tepat akan menampung tumpahan air dari gelas ukur dengan penuang.

 3. Masukkan benda yang akan dicari volumenya ke dalam gelas ukur yang berbentuk seperti teko dengan perlahan. Pastikan benda tercelup seluruhnya di bawah permukaan air.

4. Pada saat benda dicelupkan akan terjadi perpindahan akan terjadi perpindahan air dari gelas ukur (yang berbentuk seperti teko) ke gelas ukur kosong. Catat volume air yang tumpah atau berpindah tersebut.

5. Volume air yang berpindah itu adalah volume dari benda yang dicelupkan. Untuk memudahkan pemahaman, dapat diperhatikan contoh soal berikut.

 


 

Gambar di atas menunjukkan salah satu cara untuk mengukur volume sebuah batu. Volume batu tersebut dapat kita peroleh dengan menghitung seberapa banyak air yang tumpah atau berpindah dari tabung yang besar ke tabung yang kecil. Dengan memperhatikan gambar, kita dapat simpulkan bahwa volume batu tersebut 10ml

adik-adik, ternyata seorang pramuka tidak kemana mana selalu membawa tabung pengukur seperti di dalam laboratorium. Untuk itu kita dapat menggunakan ember. 

Misal Kita Punya Ember yang memiliki ukuran volume 10 liter air jika di isi penuh

kita akan menaksir Sebuat batu.. 

Menggunakan ember

1. Menyiapkan ember yang telah diisi air. sampai setengahnya kira kira volume nya 5 liter

2. tandai ember volume air mula-mula. (1/2 ember)

3. Masukkan benda yang akan dicari volumenya.

4. tandai ember volume air setelah benda dicelupkan.

5. lihat selisih volume air yang telah dicelupi benda dengan volume air mula-mula.

6. Misal ternyata bertambah hampii 3/4 Ember berarti Volume batu adalah 

(3/4 x 10) liter - (1/2 x 10)Liter

7,5 Liter - 5 Liter 

 2,5 liter 


Perhatikan gambar 




 Cara ini mungkin tetap ada selisih 

karena ember bentuknya tidak seperti tabung, bagian bawah lebih kecil dari pada bagian atas. paling mendekati adalah mengunakan kaleng Cat Bekas yang besar. karena bentuknya tabung. 




ember cat, bagian atas dan bawah tidak sama sehingga sering ada selisih 

Ember bekas cat lebih tepat, karena bagian atas dan bawah relatif sama


silahkan di coba ya adik -adik 

tetap semangat berlatih ya 


Setelah ini kita akan belajar ragam ketrampilan menaksir, Setiap Link akan membahas secara khusus mengenai Ilmu menaksir

Pengertian Menaksir
Menaksir Lebar
Menaksir Kedalaman Sungai
Menaksir Kecepatan Arus
Menaksir Tinggi
Menaksir Waktu Tempuh Perjalanan dan Menaksir jarak
Menaksir Cuaca
Menaksir Berat 

Ketrampilan Kepramukaan lainnya: 
Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085743109113 ( hanya  SMS dan Wa, Tidak menerima telp. Mohon memperkenalkan diri terlebih dahulu)
Info Terbaru

Trik Semaphore

No comments:

Post a Comment