Friday, March 27, 2020


Upacara Pindah Golongan
Dari Golongan Siaga ke Golongan Penggalang



Upacara adalah Serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmad dan tertib, sehingga merupakan kegiatan teratur untuk menciptakan kebiasan yang mengarah kepada budi pekerti yang luhur.
Dalam Gerakan Pramuka, Upacara diatur dalam PP 178 tahun 1979 mengenai upacara dalam Gerakan Pramuka.
Macam Upacara dalam Gerakan Pramuka antara lain:
       Umum
       Buka Tutup Lat
       Pelantikkan
       Kenaikan Tingkat
       Pindah Golongan
       Meninggalkan Ambalan/Racana

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Upacara pindah Golongan dari Golongan Siaga Ke Golongan Penggalang.  Pedomannya adalah PP tersebut di atas, tetapi telah ditambahkan dengan kesepakan dalam kegiatan Pitaran Pelatih Pusdiklatcab Cakrabaswara Kota Semarang, sehingga jika ada sedikit perbedaan dengan pelaksaaan di pasukan adik atau kakak bisa saja terjadi. Semoga dapat memberikan sedikit gambaran.
Pada dasarnya perpindahan ini dilaksanakan karena ada seorang pramuka siaga yang sudah memasuki usia penggalang. Jadi bukan karena Kelas, atau kecakapannya. Ingat Penggolongan dalam Gerakan Pramuka berdasarkan Usia Peserta didik.

1.  Tata Upacara Pindah Golongan Siaga ke Penggalang
      Proses di Perindukan Siaga
Dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan, dengan susunan acara sebagai berikut :
1)   Pramuka Siaga yang akan pindah golongan menempatkan diri.
2)   Pesan Yahnda / Bunda kaitannya kepindahan golongan Pramuka Siaga ke Pramuka Penggalang
3)   Siaga yang akan pindah golongan berpamitan dengan teman di Perindukan.
4)   Yanda/Bunda mengantar Siaga yang akan pindah golongan ke Pasukan Penggalang
5)   Upacara selesai dilanjutkan latihan.
          Proses di Pasukan Penggalang
Dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan dengan susunan acara sebagai berikut :
1)   Penyerahan Siaga dari Yanda/Bunda kepada Pembina Penggalang.
2)   Penerimaan calon anggota Penggalang , oleh Pembina Penggalang.
3)   Pembina Siaga kembali ke Perindukan Siaga.
4)   Perkenalan Calon anggota baru kepada Pasukan Penggalang oleh Pembina.
5)   Penyerahan anggota Penggalang baru kepada Pemimpin Regu.
6)   Ucapan selamat kepada anggota Penggalang baru.
7)   Upacara selesai dilanjutkan latihan.

2.  Narasi Tata Upacara Pindah Golongan Siaga ke Penggalang
Perlengkapan :
1)   Tiang bendera dengan tiga tongkat Pramuka lengkap dengan tali dan kaitan bendera
2)   Bendera Merah Putih
3)   Teks Pancasila
4)   Teks Dasa Darma
5)   Sandaran bendera Merah Putih di Perindukan Siaga
6)   Lintasan Siaga ke Penggalang berupa al : Tali, gapura, tongkat,  tangga atau yang lain.
7)   Peluit
 
Bentuk Upacara Pindah Golongan dari Golongan Siaga Ke Golongan Penggalang
 Jalannya Upacara
Proses di Perindukan Siaga
Dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan, dengan narasi acara sebagai berikut :
1)   Pramuka Siaga yang akan pindah golongan menempatkan diri berhadapan dengan Pembina (Yahda/Bunda)
2)   Penjelasan Pembina kepada seluruh anggota Perindukan Siaga bahwa kepindahan golongan Pramuka Siaga ke Penggalang semata-mata karena usia Pramuka Siaga tersebut telah mencapai 11 tahun. Dilanjutkan pesan Pesan Yanda/Bunda kepada Siaga yang akan pindah ke Penggalang dengan isi pesan antara lain : selamat bergabung dengan temanmu yang ada dipasukan Penggalang dan pandai pandai menyesuaikan diri.
3)   Pramuka Siaga yang akan pindah golongan, berpamitan kepada teman teman di perindukan dengan berjabat tangan, sementara teman yang ditinggalkan mengucapkan selamat jalan, selamat berpisah .
4)   Yanda/Bunda mengantar ke Pasukan Penggalang dengan cara digandeng dibawa ke depan lintasan / tali / gapura / bentuk lain tempat serah terima calon Penggalang berlangsung.
Catatan :
Tempat proses penyerahan Siaga oleh Pembina Siga kepada Pembina Penggalang bisa berupa : lintasan tali ( Siaga supaya melangkah tali yang dibentang atau Gapura yang dirancang sederhana dan spontan atau tangga papan naik kemudian turun atau bentuk yang lain initinya mengandung filosofi bahwa anak Siaga tersebut akan melewati sebuah gerbang yang merupakan batasan kehidupan Siaga memasuki kehidupan Penggalang.

                Proses di Pasukan Penggalang
Dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan dengan susunan acara sebagai berikut :
1)   Penyerahan Siaga dari Yanda/Bunda ke Pembina Penggalang dengan narasi sebagai berikut :
Pembina Siaga : Salam Pramuka,….
Berhubung anak kami nama Pandu Pramukawati hari ini telah memasuki usia Penggalang, maka kiranya kakak berkenan menerima anak kami untuk menjadi anggota di Pasukan Penggalang Kakak.
Sebagai bahan panduan bersama ini kami serahkan berkas biodata atas nama Pandu Pramukawati.
2)   Penerimaan anggota baru oleh Pembina Penggalang dengan narasi sebagai berikut :
a)    Pembina Penggalang : Kami terima dengan senang hati, adik atas nama Pandu Pramukawati untuk menjadi anggota di Pasukan Penggalang kami, semoga segera dapat menyesuaikan dengan teman temannya yang baru.
b)   Calon Pengglang dilepas di perlintasan tali atau gapura atau tangga atau yang lain, kemudian diterima oleh Pembina Penggalang.
3)   Pembina Siaga kembali ke Perindukan untuk melanjutkan kegiatannya.
4)   Calon anggota baru dibawa ke tengah Pasukan Penggalang untuk diperkenalkan kepada semua anggota pasukan. Adik-adik , ini ada anggota baru dari perindukan siaga, karena usianya sudah memasuki usia penggalang maka teman kamu atas nama Pandu Pramukawati ini akan menjadi teman kalian. Saya harapkan Regu Mawar bias menerima sebagai anggota regu yang baru
5)    
6)   Anggota baru diserahkan kepada Regu Mawar, dijemput Pemimpin Regu.
7)   Ucapan selamat dari semua anggota pasukan dengan nyanyian misalnya : Selamat datang penggalang baru, selamat datang di pasukanku , gembira karena kedatanganmu, selamat datang di pasukanku. Atau lagu yang lain.
8)   Upacara selesai dilanjutkan dengan acara kegiatan.

 Berikut Link yang mungkin juga berguna untuk kakak Pembina Pasukan Penggalang : 

  1. Naskah Pelantikan Penggalang Ramu
  2. Surat Keterangan Pelantikan Penggalang Ramu
  3. Upacara Pembukan Latihan Pasukan Penggalang



Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085743109113 ( hanya  SMS dan Wa, Tidak menerima telp. Mohon memperkenalkan diri terlebih dahulu)

Info Terbaru


Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang

Upacara Pembukaan Latihan
Pada Pasukan  Penggalang

Upacara Pembukaan Latihan di Pangkalan SD Ngaliyan 05 Semarang 


Upacara adalah Serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmad dan tertib, sehingga merupakan kegiatan teratur untuk menciptakan kebiasan yang mengarah kepada budi pekerti yang luhur.
Dalam Gerakan Pramuka, Upacara diatur dalam PP 178 tahun 1979 mengenai upacara dalam Gerakan Pramuka.
Macam Upacara dalam Gerakan Pramuka antara lain:
       Umum
       Buka Tutup Lat
       Pelantikkan
       Kenaikan Tingkat
       Pindah Golongan
       Meninggalkan Ambalan/Racana

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Upacara Pembukaan Latihan Ambalan Penggalang. Pedomannya adalah PP tersebut di atas, tetapi telah ditambahkan dengan kesepakan dalam kegiatan Pitaran Pelatih Pusdiklatcab Cakrabaswara Kota Semarang, sehingga jika ada sedikit perbedaan dengan pelaksaaan di pasukan adik atau kakak bisa saja terjadi. Semoga dapat memberikan sedikit gambaran.

Penghormatan Pasukan kepada kakak Pembina dipimpin oleh Pratama 


1.  Tata Upacara Pembukaan Latihan Penggalang
1)     Pratama menyiapkan pasukannya dalam bentuk angkare.
2)     Pratama menjemput Kakak Pembina
3)     Pembina menempatkan diri maju satu langkah,
4)     Penghormatan Pasukan kepada Kakak Pembina, dipimpin oleh Pratama
5)     Penyerahan Pasukan, dari Pratama kepada Kakak Pembina
6)     Pratama kembali ke Regunya.
7)     Pengibaran Bendera Merah Putih, Penghormatan dipimpin Kakak Pembina atau Pratama
8)     Pembacaan Pancasila oleh Kakak Pembina diikuti oleh seluruh peserta Upacara.
9)     Pembacaan Dasadarma oleh Petugas, diikuti oleh seluruh peserta Upacara
10)  Amanat Kakak Pembina.
11)  Do’a dipimpin oleh Kakak Pembina.
12)  Kakak Pembina kembali ke tempat semula.
13)  Pratama menempatkan diri.
14)  Penyerahan Pasukan dari Kakak Pembina kepada Pratama
15)  Penghormatan kepada Kakak Pembina
16)  Pembina dan Pembantu Pembina meninggalkan tempat upacacara
17)  Pratama membubarkan Pasukannya
18)  Upacara selesai dilanjutkan dengan kegiatan.
                                         

Bentuk Upacara dan Posisi masing-masing petugas dan pembina 


2.  Narasi  Upacara Pembukaan Latihan Penggalang
Perlengkapan :
1)   Tiang bendera dengan tiga tongkat Pramuka lengkap denga tali dan kaitan bendera
2)   Bendera Merah Putih
3)   Teks Pancasila
4)   Teks Dasa Darma
5)   Peluit
Jalannya Upacara
1)        Pratama memanggil Pemimpin Regu ( Pinru ) dengan peluit panggilan Pemimpin Regu dengan bentuk barisan berbanjar, menyampaikan informasi seputar akan dimulainya Upacara Pembukaan latihan.
2)        Pratama mengumpulkan Pasukannya dengan peluit panggilan seluruh peserta Upacara Pembukaan Latihan dengan bentuk barisan Angkare
3)        Pratama menyiapkan Pasukannya
4)        Pratama menjemput Kakak Pembina dengan ucapan :” Lapor Upacara Pembukaan Latihan siap dimulai, kami mohon kakak berkenan menjadi Pembina Upacara”. Pembina menjawab : ” Lanjutkan / Laksanakan ” , Kemudian bersama sama Pratama, Pembina dan dua Pembantu Pembina menuju tempat Upacara.  Pratama menuju ke tengan Lapangan Upacara, Pembina dan dua Pembantu Pembina menuju ke depan tiang bendera menghadap Pasukan, kemudian Pembina maju satu langkah..
5)        Penghormatan Pasukan kepada Kakak Pembina,  dipimpin oleh Pratama dengan ucapan :      ” Kepada kakak Pembina ... Hormat ....Grak.... Tegak .....Grak...
6)        Pratama menyerahkan Pasukan kepada Kakak Pembina dengan ucapan : ” Pasukan saya serahkan ”, kemudian Pembina menjawab : ” Pasukan saya terima.
7)        Pratama kembali ke regunya dengan terlebih dahulu melakukan serah terima Bendera Regu, dengan cara : Pratama menghormat Wakil Pinru,  Wa Pinru membalas, kemudian bendera regu diserahkan dari Wa Pinru kepada Pratama. Selanjutnya Pratama menempati tempat Wa Pinru, sedangkan Wa Pinru pergi menempatkan diri di barisan yang paling kiri.
8)        Pengibaran Bendera Merah Putih, dengan terlebih dahulu Pembina menyampaikan : ”Pengibaran Bendera Merah Putih ”. Tiga petugas bendera maju satu langkah menyampaikan: ”Petugas Bendera Siap” terus menuju tiang bendera mengambil jarak terpendek. Selanjutnya petugas bendera menyampaiakn ”Bendera Siap”,
9)        Penghormatan Sang Merah Putih oleh Pembina atau diserahkan Pratama dengan terlebih dahulu Pembina menyampaikan perintah : ” Pratama, pimpin penghormatan Sang Merah Putih ” ....... Kepada Sang Merah Putih...Hormat...Grak ...   Tegak.... Grak.
10)     Pembacaan teks Pancasila oleh Pembina ditirukan oleh seluruh peserta Upacara
11)     Pembacaan Dasadarma oleh Petugas, menghadap Pasukan, ditirukan oleh seluruh peserta Upacara.
12.     Amanat Pembina Upacara : Kakak Pembina maju ke depan tiang bendera dengan mengambil langkah mengkanankan tiang bendera langsung mengambil sikap Istirahat dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara, diakhiri dengan sikap sempurna kembali. Amanat Pembina berisi kurang lebih : pembukaan, seputar rencana kegiatan hari itu dan penutup.
13.     Doa dipimpin oleh Pembina,  seputar Pahlawan, kelancaran latihan, peserta yang sedang sakit dsb. dengan ucapan : Berdoa menurut agama kita masing masing ,,,Dimulai ... Selesai....
14.     Amanat selesai, Pembina kembali ke tempat semula dengan mengambil langkah mengkanankan tiang bendera.
15.     Serah terima Bendera Regu oleh Pratama kepada Wa Pinru.  Wa Pinru berlari menuju ke depan Pratama, Wa Pinru menghormat Pratama, Pratama membalas, kemudian berlangsung serah terima bendera Regu antara Pratama dan Wa Pinru, selanjutnya Pratama menuju ke tengah lapangan Upacara.
16.     Penyerahan Pasukan dari Pembina kepada Pratama. Pembina menyampaikan : ”Pasukan saya serahkan”, kemudia Pratama menjawab : ”Pasukan saya terima”.
17.      Penghormatan Pasukan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pratama dengan ucapan : ” Kepada Kakak Pembina... Hormat... Grak... Tegak... Grak...
18.     Pembina dan Pembantu Pembina berjabat tangan dan meninggalkan tempat Upacara.
19.     Pratama membubarkan Pasukannya atau Pemimpin Regu membubarkan anggotanya.
20.     Upacara selesai dilanjutkan dengan kegiatan.



Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085743109113 ( hanya  SMS dan Wa, Tidak menerima telp. Mohon memperkenalkan diri terlebih dahulu)

Info Terbaru


Pengukuhan Pratama, Pemimpin regu dan Wakil Pemimpin Regu


Naskah Pengukuhan 
Pratama, Pinru dan Wapinru 

Adik-Adikku
Sebelum adik saya Kukuhkah menjadi seorang Pratama,  pemimpin dan wakil pemimpin regu perlu mengingatkan bahwa :
    1.            Gerakan Pramuka adalah organisasi yang menyelenggarakan kegiatan kepanduan di Indonesia. Tujuan pramuka adalah membentuk warga negara yang mempunyai  budi pekerti dan karakter yang baik..
    2.            Pasukan adalah satuan gerak untuk golongan Pramuka Penggalang, yang menghimpun regu dan dipimpin oleh  Pratama dengan pendamping Pembina.
    3.            Regu adalah satuan terkecil dalam golongan penggalang dan setiap regu akan dipimpim oleh pemimpin dan wakil pemimpin regu.
    4.             Mudah-mudahan adik suka dan rela menjadi Pratama, Pemimpin dan wakil pemimpin regu

Adik-adik

Sebelum adik  kakak  kukuhkan, kakak ingin menegaskan kembali, tolong jawab pertanyaan kakak dengan jawaban yang tegas dan keras.

Apakah adik benar bersedia untuk menjadi Pratama, pemimpin dan wakil pemimpin Regu
..... Benar


Pembina
:
Menjadi seorang Pramuka, apalagi Pratama, pemimpin dan wakil pemimpin regu, berarti adik harus siap berubah untuk menjadi manusia yang baik.

Bersediakah Adik  merubah sikap, dan perilaku untuk menjadi contoh bagi anggota regu mu ?
Calon Tamu
:
Bersedia
Pembina
:
Menjadi seorang Pratama, pemimpin dan wakil pemimpin regu, berarti adik harus rela meluangkan waktu, adil dan bijaksana dalam memimpin regumu.

Sanggupkah adik meluangkan waktu, adil dan bijaksana dalam memimpin regumu
Calon Tamu
:
Sanggup
Pembina
:
Bersediakah adik janji sebagai Pratama, pemimpin dan wakil pemimpin regu ?
Calon Tamu
:
Bersedia


Terimakasih adik,
Sebelum adik mengucapkan janji, saya beri kesempatan untuk berdoa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.
Berdoa Mulai .......................................... Selesai

Ikrar Pemimpin dan wakil Pemimpin regu
-         “Demi Tuhan, Saya, Pratama, pemimpin dan wakil pemimpin regu berjanji akan bersungguh sungguh menjadi contoh dan memimpin regu saya sebaik-baiknya

 Saya Pembina Pasukan Mengukuhkan adik menjadi pemimpin dan wakil pemimpin regu di Pasukan............................ Gudep12.081


Berikut Link yang mungkin juga berguna untuk kakak Pembina Pasukan Penggalang : 



Kunjungi Perpustakaan Pramuka (khusus buku Kepramukaan) di Kwarcab Kota Semarang. Jl Prof Hamka 234 komplek Kecamatan Ngaliyan. Setiap hari selasa pukul 15.00-17.00 WIB atau Hub kak Awang Wisnuaji  Hub 085743109113 ( hanya  SMS dan Wa, Tidak menerima telp. Mohon memperkenalkan diri terlebih dahulu)

Info Terbaru